Jumat, 30 Januari 2015

Bapak... Makasi...

Bapak... Makasi...

hari itu rabu. tiba-tiba saja naruliku tergerak untuk melihat handphone. ada beberapa BBM, WA dan SMS tapi entah kenapa hatiku justru tergerak untuk membuka SMS terlebih dahulu. ada 2 SMS yang salah satu SMS seketika membuatku menangis.
bagaimana mata ini tidak menangis saat membuka pesan singkat yang berisikan "Nu, bapak sakit sekarang ga sadar..".  seketika itupun aku menangis sejadinya. tidak peduli disitu ada siapa.
sepulang kuliah aku pun bergegas mencari tiket pulang. namun mencari tiket tidak semudah yang aku bayangkan. mulai dari mencari tiket via online, mencari pinjaman motor untuk ke stasiun. hingga akhirnya aku harus mendapat tiket termahal, 5 kali lipat dari harga biasa. meskipun begitu aku tetap bersyukur. terima kasih untuk Mas Riskie Aji yang telah berbaik hati meminjamkan motornya, untuk saudariku Ninuk yang mau mengantarkan sampai ke stasiun sampai terlambat kuliah

sepanjang perjalanan hati ini sungguh tidak tenang, perasaan tidak enak terus saja menghampiri.   YaAllah maafkan hambamu yang terlalu sibuk mengejar masa depannya hingga lupa kondisi orang tuanya. sesampainya di stasiun aku pun langsung menuju rumah sakit di daerah ciledug. Seorang yang tiga bulan lalu aku lihat masih masih memberikan senyum terbaiknya, seorang yang minggu lalu masih sempat menelpon menanyakan kabarku kini harus terbaring lemah tidak sadarkan diri di rumah sakit. sungguh ini adalah bagian terberat melihat seorang Ayah yang selalu menguatkan kini beliau terbaring lemah dan tidak sadarkan diri :') 

entahlah aku tidak tahu apa yang kurasakan saat itu.. aku hanya bisa menangis. Ahh aku adalah anak terbodoh. tidak pulang hanya demi tugas. iyah tugas. memilih mengerjakan tugas dari pada menemui Bapak.  Pak Maaf :')

yaRabb... rasa bersalah itu masih saja menghampiri seandainya waktu bisa diputar mungkin aku akan memilih pulang menemui beliau daripada tugas tugasku.
seandainya waktu bisa diputar ingin sekali aku habiskan 3 bulan kemarin bersamanya seperti dulu. sekedar duduk berdua di depan televisi, makan berdua, atau bahkan membangunkannya ditengah malam hanya untuk minta ditemani ke kamar mandi. yaAllah.. aku merindukan masa itu. :")

tiba tida dokter  datang memecahkan lamunanku dokter menjelaskan kondisi bapak. saat itu aku mengerti bahkan sangat mengerti apa yang dokter tersebut maksud. dokter hanya berkata agar kami terus berdo'a. saat itu aku sadar harapan Bapak untuk kembali pulih sangatlah sedikit. mengikhlaskan adalah jalan terbaik meski mata ini belum bisa berhenti menangis. mulut ini belum berhenti untuk terus berteriak "pak bangun".

aku lupa pukul berapa saat itu tapi yang jelas dokter mengatakan "saat ini saya nyatakan bapak sudah tidak ada"
innalillahi wa inalillahi rojiun... yaAllah pada akhirnya apa yang aku takutkan benar benar terjadi. pelukan pun datang silih berganti mencoba menguatkan, mencoba melapangkan.
ini adalah kedua kalinya aku merasakan hal sama. iyah ini adalah kehilangan yang kedua setelah 2013 lalu aku kehilangan Ibu. rasa kehilangan itu masih saja sama. Menyakitkan.  

karena saat ini hal yang terbaik adalah mengikhlaskan . mengikhlaskan bahwasanya beliau telah dipanggil oleh-Nya, mengikhlaskan bahwa kini aku sudah tidak punya orang tua lagi, mengikhlaskan semua yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi nantinya.







selamat jalan Pak..
makasi pak.. makasi udah jadi Bapak terhebat. makasi udah ngajarin banyak banget makna hidup. makasi udah ngedidik Nunu jadi anak yang ga manja. makasi atas segaala yang telah diberikan kepada keluarga. yang aku tau Bapak adalah orang terkuat Bapak adalah motor pengerak. Bapak Hebat

Nunu sayang banget sama Bapak. :')





semoga Allah melapangkan kubur Bapak, ada ataupun engga ada Bapak, Bapak selalu ada dalam setiap percakapanku dengan-Nya. 
"YaAllah titi salam buat Bapak sama Ibu"
Aku mencintai Bapak dan Ibu karena Allah :')

"hanya satu pintaku tuk memandang langit biru di pangkuan ayah dan ibu" (hanya satu, Mocca)

kediri, 30 januari 2015


anakmu yang merindukan kasih sayang
khayatun nufus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar