Sabtu, 31 Januari 2015

Titip Rindu..

Titip Rinduku

Aku rindu kalian, sangat rindu. Entah bagaimana aku menahan perasaan ini. Aku rindu menghabiskan waktu bersama kalian. Kalian lebih dari seorang sahabat. Kapan aku dapat memeluk kalian. Banyak cerita yang ku ingin ceritakan, banyak cerita kalian yang ingin ku dengar. Bagaimana  bisa aku lebih rindu kalian daripada keluargaku sendiri, dasar bodoh. Kalian harus tanggung jawab karena kalian telah mengambil sepotong hatiku, kalian telah mengambil ruang kosong di pikiranku. Bagaimana mungkin aku melupaka kalian dengan sejuta kenangan yang kita buat.
Nunu, ahh bagaimana mungkin aku rindu kepada seorang yang pertama kali bertemu dengan wajah masam sepertimu. Aku tak punya pilihan lain ketika bangku kosong ada di sebelahmu. Takut-takut aku meminta izin kepadamu. Haha sungguh memalukan. Bagaimana mungkin aku melupakan seorang yang selalu meminta tumpangan meskipun rumahmu dekat dari sekolah. Bagaimana mungkin aku melupakan seorang teman yang sejalan denganku ketika ingin makan dan harus meminta jajanan kepada anak putra. Bagaimana aku melupakan seorang sahabat yang selalu membuat kamarku berantakan. Dan saat kau mangirimku pesan bahwa ibunda tercintamu telah tiada, percayalah aku menangis dan sangat menangis. Kau terlalu hebat untuh menjadi seorang sahabatku.

Tomah, si rempong. Haha. Aku tidak tahu mengapa aku bisa dekat denganmu,padahal saat kita di kelas sebelas, aku duduk sangat depan dan kau duduk di kursi paling belakang. Sifat yang paling aku suka darimu adalah kau sangat baik hati. Dan sifat yang paling aku tidak suka darimu adalah kau terlalu baik hati.  Bagaimana bisa kau masih menaruh hati kepada dia yang selalu menyakiti hatimu, bagaimana bisa kau masih menerimanya, jelas-jelas dia tak baik untukmu. Kau pasti tak akan melupakanku yang sering menertawakanmu, haha. Masih ingat kejadian saat kita kelas duabelas? Kau hampir mengacaukan meja kau sendiri gara-gara spidol. Sudah jelas spidol ada di tanganku, mengapa kau mencari-cari ke dalam tasmu yang mengkibatkan handphonemu terjatuh dari sakumu hingga hancur, saat kau ingin mengambil serpihannya, kau menjatuhkan tasmu yang terdapat air didalamnya dan tumpah. Aku tak kuasa untuk tidak tertawa, haha.

Naun, ku tahu bagaimana sakitnya difitnah. Tapi bukankah karena masalah itu kita jadi kenal, bahkan kita sangat dekat tak terpisahkan saat itu. Dimana ada kau, di situ ada aku. Aku tak mungkin melupakan seorang yang pernah datang malam-malam ke rumahku dengan wajah cemas ingin menginap karena telah melakukan sesuatu yang membuat seorang anak pinsan di tengah jalan. Haha. Dan aku tak bisa melupakan seorang teman yang selalu memarahiku jika aku melakukan sesuatu yang tak sesuai kehendaknya, dan seorang sahabat yang selalu menjadikanku alasan untuk dekat dengan orang yang disukainya. Dasar modus, haha. Bagaimana aku bisa lupa kepada orang selalu membuatku tertawa. Sahabat yang suka mengomentari laguku. Awas saja kau jika kau tak menjadi seorang artis, mati kau. Haha.

Leni, terlalu rumit masuk ke dalam kehidupanmu dan teman-temanmu. Sungguh aku tak mau ikut campur didalamnya. Kita tak pernah satu kelas tapi kau begitu dekat denganku. Yah, jambore nasional yang mendekatkan kita. Kau selalu mengikuti acara-acara yang sebenarnya bukan acaramu tapi kau selalu ikut karena ada aku. Ah dasar kau pengikut, haha. Kau masih ingat saat pulang sekolah, kau tak tahu mau kemana. Dan aku mengajakmu ke rumahku untuk menonton drama, alhasil kau tak mau pulang hingga larut malam. Tapi karena terpaksa besok kau harus sekolah dan kau tak membawa baju sekolah, hal itu memaksamu untuk pulang malam itu juga. Aku tak bisa melupakan seorang yang selalu ada bersamaku. Saat-saat kelas duabelas, waktuku lebih banyak kuhabiskan bersamamu. Hampir setiap hari kita bersama, kau selalu bermain dirumahku hingga sore atau malam. Kau sahabat yang selalu ada untukku.


Nama kalian begitu melekat di hatiku. Aku tak kan melupakan kalian. Kalian yang menemaniku di masa putih abu, kalian yang menjadikan persahabatan begitu indah, kalian yang menjadikan hidupku tak lagi hampa. Jika ada masa yang paling indah, maka itu bukan saat aku memiliki banyak harta, bukan saat aku memiliki tahta. Tapi, masa itulah dimana aku menemukan kalian, sahabat sejatiku.
Aku merindukan kalian, semoga kalian akan baik-baik saja di perantauan. Aku berharap kita bisa bertemu di sebuah tempat yang indah. Aku yakin kita pasti akan bertemu.
                                                                                                                                                                    

Love,

ini bukan gue yang nulis gaes ini surat dari sahabat gue, Yeyen  namanya sekarang dia lagi kuliah di ITB. keren yah? iyah die emang keren banget. :)
makasi yen buat suratnya. Love you to. salam kangen dari tanah rantau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar