Sabtu, 21 Januari 2017

januari

Buka laptop, liat kalender. Ternyata hari ini tanggal 21 bulan Januari. Tibatiba kok sedih ya, jadi inget 2013.
.
.
.
.
kayak orang punya baju yang digantung, nah kalau orangnya mau ngambil baju itu kan ya tinggal ambil ya lah wong hak dia kok. Sama kaya nyawa, ketika memang sudah waktunya untuk menghadapNya ya kita bisa apa. 2013 lalu, bulan januari. Tanpa ada yang sadar bulan itu adalah bulan terakhir bareng malaikat tanpa sayap, bareng wanita yang rela mengorbankan nyawanya; iya Ibu.

Sebenarnya Ibu sakit udah lama, dari gue kelas 4 SD, kata dokter pengapuran tulang dini, sampai akhirnya Ibu mengkonsumsi jamu. Saking bosen dan eneknya minum jamu akhirnya jamu itu masukin ke dalam kapsul deh wkwk. pengobatan yang ditempuh Ibu ga cuma sampai situ berbagai macam upaya pengobatan kita lakuin. Tapi, ikhtiar yang kita lakukan belum membuahkan hasil yang diharapkan, tapi gue yakin ini adalah yang terbaik. 8 Februari 2013, hari dimana Ibu menghadap sang penciptanya, hari dimana gue, bapak dan kakak gue harus siap ditinggal beliau.
.
.
.
.
tentang kesiapan adalah tentang proses, proses dimana kita harus pura pura tegar disaat teman teman kita menceritakan kehebatan ibu mereka, proses dimana hati kita harus lebih lapang dari lapangan saat melihat teman teman kita bermesraan bersama ibunya. proses bagaimana kita harus tetap bersyukur bagaimanapun keadaan kita sekarang. Tapi Allah gamungkin ngebiarin hambaNya terus dan terus berada dalam kesedihan. siapa sangka 28 mei 2013 lalu gue dinyatakan diterima di salah satu universitas negeri di Jawa Tengah, siapa sangka yang tadinya kuliah bayar 3juta/semester jadi 0/persemster. dapet uang bulanan dapet pembinaan.
RencanaNya sungguh diluar dugaan bukan?

(bersambung)

Selasa, 22 November 2016

KKN-kuliah kerja nanana-

well cerita ini bermula dari kelompok KKN alternatif ane yang galolos seleksi administratif sampe akhirnya ane dan 14 orang temen ane harus rela KKN LOKASI hwuaaaaa :'''''( *alay*

19 Agustus 2016. seiktar jam 09.00 ane buka feed BBM temen serombel ane update lokasi KKN. boooooom ane langsung buka leptop dan buka portal KKN dan akhirnya ane tau lokasi dimana ane bakal ditempatin selama 45hari kedepan, tapi disitu ane belum tau  temen temen ane siapa. Sampe agak siangan temen temen pada update temen-temen KKNnya mereka. yaudah gamau ketinggalan ane juga ikutan buka portal KKN lagi dong, daaaan eng-ing-eng





itu dia orang orang yang ternyata menemani hari hari ane selama 45 hari kemarin wkwk. oyah minus satu itu screenshootannya hehe
.
.
.
.
.
oke, ane syok ane kaget *ini mereka siapa kagak ada yang gue kenal sama sekali, nanti kalau mereka gini kalau mereka gitu gimana* dududu pikiran negatif udah muncul aja padahal belum kenal, belum tau mereka gimana--" plis tolong ini jangan dicontoh, antum gaboleh berprasangka buruk sama sesama apalagi posisinya antum belum kenal *wejangan* wkwkw
.
.
.
05 09 2016. Hari dimana kita diterjunin ke sebuah desa yang ulalala banget, desa yang jalannya lagi dibenerin yang kalau ujan bikin kita putus asa buat lewatin jalan itu hahaa, desa yang engga ada jaringan internet sama sekali sampe kalau kita mau sms aja kudu naik ke TPA lantai 2 :D
but do you know guys? karena itulah kita bersembilan jadi makin bersyukur, jadi anak-anak muda yang kemudian engga-HP-addict, jadi deket satu-sama-lain *ciyeeeeee*
mungkin awalnya ane dan temen-temen ngerasa bakal engga siap tapi pada akhirnya kita mampu *terharu* :D 

bicara masalah kesiapan jadi ngingetin ane ke film yang baru ane tom *eh engga nonton ding cuma liat tailernya hweuheu* ane baru liat tailer the doctor strange disitu ada percakapan yang gini "i'm not ready" terus dijawab gini sama The Ancient one "No one ever is" eh strange bilang "we don't get to choose our time". apa-apa yang terjadi sama kita emang gabutuh kesiapan kita. kehidupan mungkin terjadi saat kita siap, tapi lebih sering lagi kehidupan datang agar kita siap. pun dengan kehilangan. Dulu waktu Ibu dan Bapak dipanggil sama yang punya hidup ane sempet bilang gini "Kenapa harus ngambil mereka sekarang? disaat ane masih menempuh pendidikan. kenapa ga nanti aja pas ane udah mapan?"
itu adalah pertanyaan boleh, dipikir-pikir emang kita kapan siap buat kehilangan orang-orang yang kita sayang? gapernah siap. kita selalu butuh mereka kita selalu ingin dekat mereka. Tapi, yang harus antum tau adalah Allah itu Maha rahasia. Dia udah nyiapin skenario terbaikNya buat kita semua. yang kita harus lakukan cuma terus dan terus mengikhlaskan apa-apa yang emang udah jadi kehendakNya, dan percaya atau engga saat antum udah ikhlas antum bakal dapet ganti yang lebih baik.
.
.
.
.
.
Pun dengan KKN. saat ane dulu nangis karena engga lolos KKN alternatif Allah sang Maha Baik mengirimkan kalian (squad KKN Duren 2016). Ditempatkan bareng kalian bikin ane belajar. Belajar untuk kemudian mengenal orang-orang diluar fakultas ane, belajar bermasyarakat, belajar menganalisis problematika di masyarakat. Ane bersyukur ditempatkan bareng kalian, bersyukur kenal sama orang-orang kayak kalian, orang-orang yang ga-pernah-ngeluh sekalipun engga ada sinyal, orang-orang yang kemudian mau diajak untuk memajukan desa yang bukan desanya, orang-orang yang rela mengeluarkan rupiahnya untuk membeli buku dengan harapan dapat membangkitkan semangat baca anak-anak. 

*in frame : resla, vero,yayang, fandi, aris, nunu, fahmi, hadi, wahyu*

selamat melanjutkan perjananan ya kalian, selamat memperluas kebermanfaatan dimanapun kalian berada. Teruslah menjadi baik dan bermanfaat! Much love


semarang, 22 November 2016



Khayatun Nufus

Sabtu, 31 Januari 2015

Resum Buku Tegar dijalan Dakwah

Resum Buku Tegar di Jalan Dakwan by Cahyadi Takariawan
Bekal kader dakwah di Mihwa Daulah

Buku Tegar di Jalan Dakwah ini membahas empat hal besar yang masing masing dijelaskan dalam bab tersendiri : problematika internal aktivis dakwah, problematika eksternal dakwah, daya tahan di medan dakwah dan yang tehar di jalan dakwah. Meskipun judulnya problematika bab 1 dan bab 2 juga mencantumkan solusi pada setiap problematika yang muncul. Solusi pada bab 1 lebih detail dan bersifat aplikatif karena menyangkut permasalahan internal kader. Sementara solusi pada babb 2 lebih bersifat global terkait langkah apa yang perlu diambil oleh jamaah dakwah. Bab 3 berisi langkah langkah sistematis “membangun” dan “menjaga” daya tahan di medan dakwah. Sedangkan Bab 4 banyak berisi contoh-contoh-contoh dai atau jamaah dakwah yang tegar menghadapi beragam mihnah.
Problematika Internal Aktivis Dakwah
Pembahasan problematika internal lebih didahulukan dari pada pembahasan problematika eksternal karena problem terberat bagi semua jamaah dakwah adalah kendala internal. Ketika problematika internal sudah diselesaikan/dikelola dengan baik, maka amanah dakwah lebih mudah ditunaikan dan problematika eksternal lebih mudah diselesaikan.
Problematika internal yang sering dalam jamaah dakwah adalah gejolak kejiwaan, ketidakseimbangan aktifitas, latar belakang masa lalu, penyesuaian diri danfiksi internal
Problematika Eksternal Dakwah
Problematika eksternal dakwah yang bisa menjadi bahaya besar bagi kebaikan bangsa dan masyarakat indonesia, khususnya umat Islam meliputi problematika spiritual dan kultural, problematika moral, dan problematika sistemik.
Diantara problematika dakwah di indonesia yang menyangkut aspek spiritual dan kultural adalah : berhalaberhala modern baik berupa teknologi yang dijadikan rujukan kebenaran, sains yang diansolutkan, materi yang di taati, maupun kekuasaan yang di puja puja syirik, khurafat dan tahayul yang masih merebak di Masyarakat; globalisasi dan dialektika kultural; serta tradisi baik yang sudah tergerus dan tergantikan dengan budaya negatif dan perkembangan peradaban.
Problematika moran diantaranya adalah minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan, penyelewengan seksual, perjudian dan penipuan, serta tidakan brutal dan kekerasan.
Sedangkan yang dimaksud dengan problematika sistemik adalah korupsi, kalusi dan nepotisme (KKN), kemiskinan, kebodohan dan ancaman disentegraso bangsa.
Daya tahan di Medan Dakwah
Dakwah merupakan jalan panjang dan lintas generasi niscaya memerlukan daya tahan yang permanen.bagii, individu kader dakwah daya tahan ini juga harus dimiliki agar tetap istiqomah sampai mengakhiri sejarah kehidupannya dengan husnul khotimah. Untuk itu, paling tidak ada lima faktor yang perlu dimiliki para aktivis dakwah untuk merealisir daya tahan di medan dakwah : menguatkan dan membersihkan motovasi, menggapai derajat iman, menggandakan kesabaran, kekuatan ukhuwan dan dukungan soliditas struktur.
Yang Tegar di Jalan Dakwah
Jalan dakwah ini pasti depenuhi dengan beragam kesulitan, hambatan, rintangan, tribulasi. Para aktifisnya akan berhadapan dengan beragam mihnah , sebagaimana para dai generasi sebelumnya sejak Rasulullah dan para sahabatnya, tabi’in, tabiut tabi’in, dan seterusnya. Diantara mihnah itu ada yang berupa ejekan, gelombang fitnah, teror fisik, manisnya rayuann, tekanan keluarga, keterbatasan ekonomi, kemapanan, sampai kekuasaan. Kader dakwah harus tegar menghadapi semua mihnah itu.

Agar tegar dalam menghadapi ejekan, sadarilah bahwa ejekan kepada rosullah jauh lebih hebat; maka biarkan saja semua orang mengejek, tidak perlu diladeni. Agar tegar dalam menghadapi fitnah, tetaplah bekerja dan beramal maka umat akan tahu siapa yag benar dan siapa yang tukang fitnah. Agar tegar dalam menghadapi teror fisik, tawakallah kepada Allah dan berdo’alah senantiasa, di samping persiapan fisik yang lainyang juga perlu dilakukan oleh struktur dakwah. Agar tegar menghadapi manisnya rayuan, jagalah keikhlasan dan senantiasa memperbarui niat, waspada dan tetap bersama jamaah. Agar tegar menghadapi tekanan keluarga, ketegasan harus diutamakan. Iman tidak bisa ditukar dengan keluarga, jika memang itu pilhannya. Agar tegar menghadapi kekurangan/keterbatasan  ekonomi, bersabar adalah kuncinya. Kekuatan ukhuwan sesama aktifi dakwah juga berperan penting untuk menjaga kita tetap tegar. Agar tegar dalam kemapanan harus memiliki paradigma semakin banyak kekayaan, semakin banyak kontribusi bagi dakwah. Maka yang diteladani adalah Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Agar tegar di puncak kekuasaan, kelurusan orientasi perjuangan ketaatan akan manhaj dakwah Rasulullah dan keyakinan dan janji-janjiNya. Dan pada semua mihnah, kedekatan dengan Allah dan Tawakkal kepada-Nya merupakan kunci utama agar tegar di jalan Dakwah!

Titip Rindu..

Titip Rinduku

Aku rindu kalian, sangat rindu. Entah bagaimana aku menahan perasaan ini. Aku rindu menghabiskan waktu bersama kalian. Kalian lebih dari seorang sahabat. Kapan aku dapat memeluk kalian. Banyak cerita yang ku ingin ceritakan, banyak cerita kalian yang ingin ku dengar. Bagaimana  bisa aku lebih rindu kalian daripada keluargaku sendiri, dasar bodoh. Kalian harus tanggung jawab karena kalian telah mengambil sepotong hatiku, kalian telah mengambil ruang kosong di pikiranku. Bagaimana mungkin aku melupaka kalian dengan sejuta kenangan yang kita buat.
Nunu, ahh bagaimana mungkin aku rindu kepada seorang yang pertama kali bertemu dengan wajah masam sepertimu. Aku tak punya pilihan lain ketika bangku kosong ada di sebelahmu. Takut-takut aku meminta izin kepadamu. Haha sungguh memalukan. Bagaimana mungkin aku melupakan seorang yang selalu meminta tumpangan meskipun rumahmu dekat dari sekolah. Bagaimana mungkin aku melupakan seorang teman yang sejalan denganku ketika ingin makan dan harus meminta jajanan kepada anak putra. Bagaimana aku melupakan seorang sahabat yang selalu membuat kamarku berantakan. Dan saat kau mangirimku pesan bahwa ibunda tercintamu telah tiada, percayalah aku menangis dan sangat menangis. Kau terlalu hebat untuh menjadi seorang sahabatku.

Tomah, si rempong. Haha. Aku tidak tahu mengapa aku bisa dekat denganmu,padahal saat kita di kelas sebelas, aku duduk sangat depan dan kau duduk di kursi paling belakang. Sifat yang paling aku suka darimu adalah kau sangat baik hati. Dan sifat yang paling aku tidak suka darimu adalah kau terlalu baik hati.  Bagaimana bisa kau masih menaruh hati kepada dia yang selalu menyakiti hatimu, bagaimana bisa kau masih menerimanya, jelas-jelas dia tak baik untukmu. Kau pasti tak akan melupakanku yang sering menertawakanmu, haha. Masih ingat kejadian saat kita kelas duabelas? Kau hampir mengacaukan meja kau sendiri gara-gara spidol. Sudah jelas spidol ada di tanganku, mengapa kau mencari-cari ke dalam tasmu yang mengkibatkan handphonemu terjatuh dari sakumu hingga hancur, saat kau ingin mengambil serpihannya, kau menjatuhkan tasmu yang terdapat air didalamnya dan tumpah. Aku tak kuasa untuk tidak tertawa, haha.

Naun, ku tahu bagaimana sakitnya difitnah. Tapi bukankah karena masalah itu kita jadi kenal, bahkan kita sangat dekat tak terpisahkan saat itu. Dimana ada kau, di situ ada aku. Aku tak mungkin melupakan seorang yang pernah datang malam-malam ke rumahku dengan wajah cemas ingin menginap karena telah melakukan sesuatu yang membuat seorang anak pinsan di tengah jalan. Haha. Dan aku tak bisa melupakan seorang teman yang selalu memarahiku jika aku melakukan sesuatu yang tak sesuai kehendaknya, dan seorang sahabat yang selalu menjadikanku alasan untuk dekat dengan orang yang disukainya. Dasar modus, haha. Bagaimana aku bisa lupa kepada orang selalu membuatku tertawa. Sahabat yang suka mengomentari laguku. Awas saja kau jika kau tak menjadi seorang artis, mati kau. Haha.

Leni, terlalu rumit masuk ke dalam kehidupanmu dan teman-temanmu. Sungguh aku tak mau ikut campur didalamnya. Kita tak pernah satu kelas tapi kau begitu dekat denganku. Yah, jambore nasional yang mendekatkan kita. Kau selalu mengikuti acara-acara yang sebenarnya bukan acaramu tapi kau selalu ikut karena ada aku. Ah dasar kau pengikut, haha. Kau masih ingat saat pulang sekolah, kau tak tahu mau kemana. Dan aku mengajakmu ke rumahku untuk menonton drama, alhasil kau tak mau pulang hingga larut malam. Tapi karena terpaksa besok kau harus sekolah dan kau tak membawa baju sekolah, hal itu memaksamu untuk pulang malam itu juga. Aku tak bisa melupakan seorang yang selalu ada bersamaku. Saat-saat kelas duabelas, waktuku lebih banyak kuhabiskan bersamamu. Hampir setiap hari kita bersama, kau selalu bermain dirumahku hingga sore atau malam. Kau sahabat yang selalu ada untukku.


Nama kalian begitu melekat di hatiku. Aku tak kan melupakan kalian. Kalian yang menemaniku di masa putih abu, kalian yang menjadikan persahabatan begitu indah, kalian yang menjadikan hidupku tak lagi hampa. Jika ada masa yang paling indah, maka itu bukan saat aku memiliki banyak harta, bukan saat aku memiliki tahta. Tapi, masa itulah dimana aku menemukan kalian, sahabat sejatiku.
Aku merindukan kalian, semoga kalian akan baik-baik saja di perantauan. Aku berharap kita bisa bertemu di sebuah tempat yang indah. Aku yakin kita pasti akan bertemu.
                                                                                                                                                                    

Love,

ini bukan gue yang nulis gaes ini surat dari sahabat gue, Yeyen  namanya sekarang dia lagi kuliah di ITB. keren yah? iyah die emang keren banget. :)
makasi yen buat suratnya. Love you to. salam kangen dari tanah rantau

Jumat, 30 Januari 2015

Bapak... Makasi...

Bapak... Makasi...

hari itu rabu. tiba-tiba saja naruliku tergerak untuk melihat handphone. ada beberapa BBM, WA dan SMS tapi entah kenapa hatiku justru tergerak untuk membuka SMS terlebih dahulu. ada 2 SMS yang salah satu SMS seketika membuatku menangis.
bagaimana mata ini tidak menangis saat membuka pesan singkat yang berisikan "Nu, bapak sakit sekarang ga sadar..".  seketika itupun aku menangis sejadinya. tidak peduli disitu ada siapa.
sepulang kuliah aku pun bergegas mencari tiket pulang. namun mencari tiket tidak semudah yang aku bayangkan. mulai dari mencari tiket via online, mencari pinjaman motor untuk ke stasiun. hingga akhirnya aku harus mendapat tiket termahal, 5 kali lipat dari harga biasa. meskipun begitu aku tetap bersyukur. terima kasih untuk Mas Riskie Aji yang telah berbaik hati meminjamkan motornya, untuk saudariku Ninuk yang mau mengantarkan sampai ke stasiun sampai terlambat kuliah

sepanjang perjalanan hati ini sungguh tidak tenang, perasaan tidak enak terus saja menghampiri.   YaAllah maafkan hambamu yang terlalu sibuk mengejar masa depannya hingga lupa kondisi orang tuanya. sesampainya di stasiun aku pun langsung menuju rumah sakit di daerah ciledug. Seorang yang tiga bulan lalu aku lihat masih masih memberikan senyum terbaiknya, seorang yang minggu lalu masih sempat menelpon menanyakan kabarku kini harus terbaring lemah tidak sadarkan diri di rumah sakit. sungguh ini adalah bagian terberat melihat seorang Ayah yang selalu menguatkan kini beliau terbaring lemah dan tidak sadarkan diri :') 

entahlah aku tidak tahu apa yang kurasakan saat itu.. aku hanya bisa menangis. Ahh aku adalah anak terbodoh. tidak pulang hanya demi tugas. iyah tugas. memilih mengerjakan tugas dari pada menemui Bapak.  Pak Maaf :')

yaRabb... rasa bersalah itu masih saja menghampiri seandainya waktu bisa diputar mungkin aku akan memilih pulang menemui beliau daripada tugas tugasku.
seandainya waktu bisa diputar ingin sekali aku habiskan 3 bulan kemarin bersamanya seperti dulu. sekedar duduk berdua di depan televisi, makan berdua, atau bahkan membangunkannya ditengah malam hanya untuk minta ditemani ke kamar mandi. yaAllah.. aku merindukan masa itu. :")

tiba tida dokter  datang memecahkan lamunanku dokter menjelaskan kondisi bapak. saat itu aku mengerti bahkan sangat mengerti apa yang dokter tersebut maksud. dokter hanya berkata agar kami terus berdo'a. saat itu aku sadar harapan Bapak untuk kembali pulih sangatlah sedikit. mengikhlaskan adalah jalan terbaik meski mata ini belum bisa berhenti menangis. mulut ini belum berhenti untuk terus berteriak "pak bangun".

aku lupa pukul berapa saat itu tapi yang jelas dokter mengatakan "saat ini saya nyatakan bapak sudah tidak ada"
innalillahi wa inalillahi rojiun... yaAllah pada akhirnya apa yang aku takutkan benar benar terjadi. pelukan pun datang silih berganti mencoba menguatkan, mencoba melapangkan.
ini adalah kedua kalinya aku merasakan hal sama. iyah ini adalah kehilangan yang kedua setelah 2013 lalu aku kehilangan Ibu. rasa kehilangan itu masih saja sama. Menyakitkan.  

karena saat ini hal yang terbaik adalah mengikhlaskan . mengikhlaskan bahwasanya beliau telah dipanggil oleh-Nya, mengikhlaskan bahwa kini aku sudah tidak punya orang tua lagi, mengikhlaskan semua yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi nantinya.







selamat jalan Pak..
makasi pak.. makasi udah jadi Bapak terhebat. makasi udah ngajarin banyak banget makna hidup. makasi udah ngedidik Nunu jadi anak yang ga manja. makasi atas segaala yang telah diberikan kepada keluarga. yang aku tau Bapak adalah orang terkuat Bapak adalah motor pengerak. Bapak Hebat

Nunu sayang banget sama Bapak. :')





semoga Allah melapangkan kubur Bapak, ada ataupun engga ada Bapak, Bapak selalu ada dalam setiap percakapanku dengan-Nya. 
"YaAllah titi salam buat Bapak sama Ibu"
Aku mencintai Bapak dan Ibu karena Allah :')

"hanya satu pintaku tuk memandang langit biru di pangkuan ayah dan ibu" (hanya satu, Mocca)

kediri, 30 januari 2015


anakmu yang merindukan kasih sayang
khayatun nufus

Minggu, 25 Januari 2015

Demisioner..
Hari itu senin 19 januari 2015. Di ruang D4 327. Hari dimana kami 66 fungsionaris di demisioner. Adalah suatu yang sangat dirindukan berteriak BEM FMIPA BISA! MANUVER NYATA! HIDUP MAHASISWA! dan pada hari itu pun kami meneriak jargon kami dengan penuh semangat. Aaahhh tanpa ku sadari aku pun meneteskan air mata. Cenggeng? Bukan ini bukan cenggeng, ini adalah bentuk rindu yang mendalam kepada keluarga manuver #14.
Agenda demi agenda kami jalani. Bosan? Pasti. Tapi tanpa ku sadari ini adalah hari terakhir aku menghabiskan waktu bersama dengan manuver #14.  Penyampaina LPJ (laporan pertanggung jawaban) pun selesai dilanjut dengan agenda pengkritisan oleh anggota Dewan dan peserta sidang. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 dimana saat itu agendanya adalah penilaian. Kami pun selaku fungsionaris BEM FMIPA 2014 dipersilahkan untuk meninggalkan ruang sidang.
Sembari menunggu penilaian oleh tim penilai kami sibuk berfoto, tertawa, bercanda. Aahh setiap momen yang ku lewati bersama kalian di hari itu menjadi momen yang sangat berarti. Momen yang tanpa ku sadari membuat air mataku kembali jatuh saat ku ingat aku tidak lagi bersama kalian.
Hampir 3 jam kami menunggu di luar ruang sidang. Amarah pun mulai tampak dari sebagian fungsionaris yang sudah tidak sabar menunggu hasil penilaian oleh tim penilai. Hingga pada akhirnya salah satiu dari seorang panitia pun memanggil kami untuk masuk kembali ke ruang sidang. Dengan berjalan teratur sembari meneriakkan jargon kembagaan kami pun kembali duduk dan mendengarkan hasil penialain selama tiga jam tadi.
Dag dig dug... ternyata LPJ kami dinyatakan diterima dengan syarat dan mendapat waktu revisi selama 7 hari. Serentak raut wajah kami pun berubah. Ada sebagian dari kami yang memprotes hasil penilaian tersebut tapi kami bisa apa. Ya pada akhirnya kami pun hanya bisa menerima hasil putusan tim penilai.
Selanjutnya adalah penyampain LPJ dari DPM hanya sebagian kecil dari kami yang mau mendengarkan dan mengkritisi LPJ dari anggota dewan. Penyampaian LPJ dan pengkritisanpun selesai. Pada akhirnya sidang pun selesai.
Serah terima jabatan pun berlangsung. lagi lagi aku meneteskan air mata. Kami resmi di demisioner!
“untuk fungsionaris BEM FMIPA 2014 saya mohon jangan meninggalkan ruangan terlebih dahulu ada yang ingin saya sampaikan” ucap gubernur BEM FMIPA 2014
Hening. Itulah suasana di D4 327 tepat pukul 22.00 setelah serangkaian acara selesai.
Aku tidak sanggup menceritakan momen ini. Momen dimana aku menyaksikan ayah kami, kakak kami menyampaikan ucapan terima kasihnya menyampaikan permintaan maafnya yang benar benar dari dalam hati. Isak tangis pun tak bisa terbendung lagi. Bagaimana kami tidak menangis saat mendengar pemimpin kami mengucapkan hal demikian? Sungguh kata katanya yang teratur mampu menyentuh hati kami.Hingga pada akhirnya kita saling berpelukan satu sama lain yang membuat tangisan tangisan kami semakin jelas terdengar. Mata sembab kami pun tak mampu lagi disembunyikan.
“Terima kasih untuk satu periode yang luar biasa ini. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan hingga aku bisa memberikan kontribusi lebih untuk fakultas tercinta ini. Terima kasih untuk bimbingan, kesabaran, keikhlasan yang telah kalian ajarkan kepadaku. Maaf maaf maaf atas segala salah dan khilaf, segala yang mungkin belum bisa aku tepati,” (nunu,2015)
Untuk Ayahku yang mempunyai kesabaran luar biasa Chafid Rohman, Ayahku yang selalu mengingatkan Aziz Amrullah, Papah Heri Setyanto yang selalu mengingatkan progja progja, untuk kakakku Belynda Surya Febrinasari yang sebara menghadapi tingkah lakuku, untuk Mba Erlita, Mas sabana, Mba Tutut yang selalu aku rindukan, untuk indri, momon, puput, bakti, miko makasi untuk kebersamaan selama 1 tahun ini. Aku sayang kalian.
Taklupa untuk semua fungsionaris 2011, 2012 dan yang paling spesial untuk kalian 2013. Sekali lagi Aku sayang kalian. Iyah kalian


KITA PEDULI, KITA BERKARYA


Selamat mengukir sejarah di BEM FMIPA 2015. Semoga semua janji yang belum terpenuhi dapat dibayarkan ditahun ini. J

Jumat, 14 Maret 2014

KEEP MOVING FORWARD hap hap...

Aku sadar bahwasanya aku hanyalah manusia yang tak pernah luput dari apa itu dosa dan khilaf, dan aku tahu memang tidak ada manusia yang dilahirkan sempurna, tidak ada manusia yang dalam hidupnya tidak pernah salah, tidak pernah khilaf. Karena manusia tampatnya salah dan khilaf. Dan disinilah kita semua belajar.

Diri ini terlahir tidak langsung menjadi manusia yang taat, ada berbagai kisah yang panjang menuju ketaatan, ada pergulatan batin yang mendalam menuju sebuah ketaatan. Adalah sebuah pencarian panjang menuju ketaatan. Apakah sempat tersesat? Iyah pasti, karena dari sini aku akan memulai ceritaku.

Ingin terkenal? Iyah waktu itu yang terpenting bagiku adalah terkenal, eksis. Menunjukkan siapa sebenarnnya diriku. Tanpa pernah peduli dan sadar apakah Allah ridho atas ini semua? Tidak sadar sebenarnya untuk apa aku melakukan ini semua? Bodoh. Iyah memang. Sempat masuk kedalam fase dimana yang isinya melulu tentang cinta, cinta kepada manusia tentunya seketika menjadi dewasa sebelum waktunya :D. Bayangkan disini isinya melulu tentang kenalan-deket-pacaran-putus terus musuhan. Bilangnya kapok udah gamau mau lagi deh yang namanya pacaran takut sakit hati lah inilah itulah tapi tetep aja terus lanjut :D

Sampai-sampai hanya disibukkan dengan luka dan kekecewaan yang dibuat sendiri. Nangis Cuma karena seseorang yang sudah meninggalkan dan tidak lagi menjadi milik sendiri, sedih pas liat seseorang yang biasa bareng sama kita tiba tiba sekarang dia jalan sama orang lain. Astagfirullah tanpa pernah aku sadar Allah sedang memberi pelajaran atas sakitnya kehilangan.

Malu rasanya. Pernah mencintai manusia sampai rela menangis untuknya dan menyalahkan keadaan :D tapi seandainya aku tidak mengalami fase fase seperti itu aku tidak akan pernah belajar, iyah belajar menjadi manusia yang lebih baik dari pengalaman sebelumnya.

Bukan hanya sekedar tersesat masuk kedalam fase pacaran, pernah juga tersesat dalam arus gaya hidup, mulai dari gaya berpakaian, makanan, tontonan, tempat nongkrong yah apalah itu yang lainnya. Nyoba ini sampai itu agar terlihat ini dan itu, gak pernah mau kalah harus ini harus itu biar engga kudet. Yah begitulah diri ini, diri yang penuh dosa.

Hanya terfikir bagaimana penilaian manusia tentang diri ini, tidak pernah terbesit apalagi terfikir bagaimana penilain Allah ? apakah Allah ridho atas diri ini? Hingga pada akhirnya Allah menyadarkanku, Allah memberiku pelajaran, Allah memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum akhirnya aku pulang untuk menghadapnya. Malu rasanya diri ini sangat jauh dariNya. Astagfirullah L

Hingga pada akhirnya ada seseorang yang menyadarkanku dia bilang “Allah rindu denganmu, Dia tau kamu sangat jauh dariNya, dia ingin kamu lebih dekat dengannya makanya dia memanggilmu dengan ujiannya. Tidak ada yang terlambat. Belajarlah pelan pelan.”

Dan mulai saat itu perlahan aku mulai membenahi diriku, pelan pelan, sedikit demi sedikit, dengan langkah tertatih bahkan berkali kali jatuh. Tapi aku tau disitu Allah selalu bersamaku. Aku benar benar merasakan kasih sayangNya, merasakan pelukan Allah untuk hambanya yang sedang berusaha berbenah diri, bukan hanya pelukan untukku tapi untuk kita, iyah kita yang saat ini sedang berusaha membenahi diri.

Jangan tanya betapa malunya diri ini pernah tersesat tapi janji Allah dia akan mengampuni dosa hambanya sekalipun dia sangat jauh. Sungguh tidak ingin kembali kemasa itu masa dimana aku benar benar menjadi manusia paling bodoh. Ya Allah izinkan aku untuk terus memperbaiki diri ini, memperbaiki diri yang penuh dengan dosa, izinkan aku untuk terus mencari bekal sebelum akhirnya aku harus pulang untuk menghada kepadaMu. Izinkan aku mencintaiMu disisa umurku sebisaku. Ya Allah sungguh aku tidak ingin jauh lagi dariMu.

Kini aku tau bahwasanya Allah selalu bersama kita semua, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Allah menguji kita karena Allah sayang kita Dia ingin kita lebih dekat denganNya. Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan untuk menuju ridhaNya. Aamiin :’)

“ Pada akhirnya engkau akan menemukan senyuman diwajahmu. Berterimaksihlah atas apa yang terjadi dimasa lalu. Dan menyesal pernah menyesali.” Ust. Yusuf Mansur

Semarang, 16 januari 2014
Khayatun Nufus