Buka laptop, liat kalender. Ternyata hari ini tanggal 21 bulan Januari. Tibatiba kok sedih ya, jadi inget 2013.
.
.
.
.
kayak orang punya baju yang digantung, nah kalau orangnya mau ngambil baju itu kan ya tinggal ambil ya lah wong hak dia kok. Sama kaya nyawa, ketika memang sudah waktunya untuk menghadapNya ya kita bisa apa. 2013 lalu, bulan januari. Tanpa ada yang sadar bulan itu adalah bulan terakhir bareng malaikat tanpa sayap, bareng wanita yang rela mengorbankan nyawanya; iya Ibu.
Sebenarnya Ibu sakit udah lama, dari gue kelas 4 SD, kata dokter pengapuran tulang dini, sampai akhirnya Ibu mengkonsumsi jamu. Saking bosen dan eneknya minum jamu akhirnya jamu itu masukin ke dalam kapsul deh wkwk. pengobatan yang ditempuh Ibu ga cuma sampai situ berbagai macam upaya pengobatan kita lakuin. Tapi, ikhtiar yang kita lakukan belum membuahkan hasil yang diharapkan, tapi gue yakin ini adalah yang terbaik. 8 Februari 2013, hari dimana Ibu menghadap sang penciptanya, hari dimana gue, bapak dan kakak gue harus siap ditinggal beliau.
.
.
.
.
tentang kesiapan adalah tentang proses, proses dimana kita harus pura pura tegar disaat teman teman kita menceritakan kehebatan ibu mereka, proses dimana hati kita harus lebih lapang dari lapangan saat melihat teman teman kita bermesraan bersama ibunya. proses bagaimana kita harus tetap bersyukur bagaimanapun keadaan kita sekarang. Tapi Allah gamungkin ngebiarin hambaNya terus dan terus berada dalam kesedihan. siapa sangka 28 mei 2013 lalu gue dinyatakan diterima di salah satu universitas negeri di Jawa Tengah, siapa sangka yang tadinya kuliah bayar 3juta/semester jadi 0/persemster. dapet uang bulanan dapet pembinaan.
RencanaNya sungguh diluar dugaan bukan?
(bersambung)
nunufus
Sabtu, 21 Januari 2017
Selasa, 22 November 2016
KKN-kuliah kerja nanana-
well cerita ini bermula dari kelompok KKN alternatif ane yang galolos seleksi administratif sampe akhirnya ane dan 14 orang temen ane harus rela KKN LOKASI hwuaaaaa :'''''( *alay*
19 Agustus 2016. seiktar jam 09.00 ane buka feed BBM temen serombel ane update lokasi KKN. boooooom ane langsung buka leptop dan buka portal KKN dan akhirnya ane tau lokasi dimana ane bakal ditempatin selama 45hari kedepan, tapi disitu ane belum tau temen temen ane siapa. Sampe agak siangan temen temen pada update temen-temen KKNnya mereka. yaudah gamau ketinggalan ane juga ikutan buka portal KKN lagi dong, daaaan eng-ing-eng
itu dia orang orang yang ternyata menemani hari hari ane selama 45 hari kemarin wkwk. oyah minus satu itu screenshootannya hehe
.
.
.
.
.
oke, ane syok ane kaget *ini mereka siapa kagak ada yang gue kenal sama sekali, nanti kalau mereka gini kalau mereka gitu gimana* dududu pikiran negatif udah muncul aja padahal belum kenal, belum tau mereka gimana--" plis tolong ini jangan dicontoh, antum gaboleh berprasangka buruk sama sesama apalagi posisinya antum belum kenal *wejangan* wkwkw
.
.
.
.
05 09 2016. Hari dimana kita diterjunin ke sebuah desa yang ulalala banget, desa yang jalannya lagi dibenerin yang kalau ujan bikin kita putus asa buat lewatin jalan itu hahaa, desa yang engga ada jaringan internet sama sekali sampe kalau kita mau sms aja kudu naik ke TPA lantai 2 :D
but do you know guys? karena itulah kita bersembilan jadi makin bersyukur, jadi anak-anak muda yang kemudian engga-HP-addict, jadi deket satu-sama-lain *ciyeeeeee*
mungkin awalnya ane dan temen-temen ngerasa bakal engga siap tapi pada akhirnya kita mampu *terharu* :D
bicara masalah kesiapan jadi ngingetin ane ke film yang baru ane tom *eh engga nonton ding cuma liat tailernya hweuheu* ane baru liat tailer the doctor strange disitu ada percakapan yang gini "i'm not ready" terus dijawab gini sama The Ancient one "No one ever is" eh strange bilang "we don't get to choose our time". apa-apa yang terjadi sama kita emang gabutuh kesiapan kita. kehidupan mungkin terjadi saat kita siap, tapi lebih sering lagi kehidupan datang agar kita siap. pun dengan kehilangan. Dulu waktu Ibu dan Bapak dipanggil sama yang punya hidup ane sempet bilang gini "Kenapa harus ngambil mereka sekarang? disaat ane masih menempuh pendidikan. kenapa ga nanti aja pas ane udah mapan?"
itu adalah pertanyaan boleh, dipikir-pikir emang kita kapan siap buat kehilangan orang-orang yang kita sayang? gapernah siap. kita selalu butuh mereka kita selalu ingin dekat mereka. Tapi, yang harus antum tau adalah Allah itu Maha rahasia. Dia udah nyiapin skenario terbaikNya buat kita semua. yang kita harus lakukan cuma terus dan terus mengikhlaskan apa-apa yang emang udah jadi kehendakNya, dan percaya atau engga saat antum udah ikhlas antum bakal dapet ganti yang lebih baik.
.
.
.
.
.
Pun dengan KKN. saat ane dulu nangis karena engga lolos KKN alternatif Allah sang Maha Baik mengirimkan kalian (squad KKN Duren 2016). Ditempatkan bareng kalian bikin ane belajar. Belajar untuk kemudian mengenal orang-orang diluar fakultas ane, belajar bermasyarakat, belajar menganalisis problematika di masyarakat. Ane bersyukur ditempatkan bareng kalian, bersyukur kenal sama orang-orang kayak kalian, orang-orang yang ga-pernah-ngeluh sekalipun engga ada sinyal, orang-orang yang kemudian mau diajak untuk memajukan desa yang bukan desanya, orang-orang yang rela mengeluarkan rupiahnya untuk membeli buku dengan harapan dapat membangkitkan semangat baca anak-anak.
*in frame : resla, vero,yayang, fandi, aris, nunu, fahmi, hadi, wahyu*
selamat melanjutkan perjananan ya kalian, selamat memperluas kebermanfaatan dimanapun kalian berada. Teruslah menjadi baik dan bermanfaat! Much love
semarang, 22 November 2016
Khayatun Nufus
Sabtu, 31 Januari 2015
Resum Buku Tegar dijalan Dakwah
Resum Buku Tegar di Jalan Dakwan by Cahyadi Takariawan
Bekal kader dakwah di Mihwa Daulah
Buku Tegar di
Jalan Dakwah ini membahas empat hal besar yang masing masing dijelaskan
dalam bab tersendiri : problematika internal aktivis dakwah, problematika
eksternal dakwah, daya tahan di medan dakwah dan yang tehar di jalan dakwah. Meskipun
judulnya problematika bab 1 dan bab 2 juga mencantumkan solusi pada setiap
problematika yang muncul. Solusi pada bab 1 lebih detail dan bersifat aplikatif
karena menyangkut permasalahan internal kader. Sementara solusi pada babb 2
lebih bersifat global terkait langkah apa yang perlu diambil oleh jamaah
dakwah. Bab 3 berisi langkah langkah sistematis “membangun” dan “menjaga” daya
tahan di medan dakwah. Sedangkan Bab 4 banyak berisi contoh-contoh-contoh dai
atau jamaah dakwah yang tegar menghadapi beragam mihnah.
Problematika
Internal Aktivis Dakwah
Pembahasan problematika internal lebih didahulukan
dari pada pembahasan problematika eksternal karena problem terberat bagi semua
jamaah dakwah adalah kendala internal. Ketika problematika internal sudah
diselesaikan/dikelola dengan baik, maka amanah dakwah lebih mudah ditunaikan
dan problematika eksternal lebih mudah diselesaikan.
Problematika internal yang sering dalam jamaah
dakwah adalah gejolak kejiwaan, ketidakseimbangan aktifitas, latar belakang
masa lalu, penyesuaian diri danfiksi internal
Problematika
Eksternal Dakwah
Problematika eksternal dakwah yang bisa menjadi
bahaya besar bagi kebaikan bangsa dan masyarakat indonesia, khususnya umat
Islam meliputi problematika spiritual dan kultural, problematika moral, dan
problematika sistemik.
Diantara problematika dakwah di indonesia yang
menyangkut aspek spiritual dan kultural adalah : berhalaberhala modern baik
berupa teknologi yang dijadikan rujukan kebenaran, sains yang diansolutkan,
materi yang di taati, maupun kekuasaan yang di puja puja syirik, khurafat dan
tahayul yang masih merebak di Masyarakat; globalisasi dan dialektika kultural;
serta tradisi baik yang sudah tergerus dan tergantikan dengan budaya negatif
dan perkembangan peradaban.
Problematika moran diantaranya adalah minuman keras
dan penyalahgunaan obat-obatan, penyelewengan seksual, perjudian dan penipuan,
serta tidakan brutal dan kekerasan.
Sedangkan yang dimaksud dengan problematika sistemik
adalah korupsi, kalusi dan nepotisme (KKN), kemiskinan, kebodohan dan ancaman
disentegraso bangsa.
Daya
tahan di Medan Dakwah
Dakwah merupakan jalan panjang dan lintas generasi
niscaya memerlukan daya tahan yang permanen.bagii, individu kader dakwah daya
tahan ini juga harus dimiliki agar tetap istiqomah sampai mengakhiri sejarah
kehidupannya dengan husnul khotimah. Untuk itu, paling tidak ada lima faktor
yang perlu dimiliki para aktivis dakwah untuk merealisir daya tahan di medan
dakwah : menguatkan dan membersihkan motovasi, menggapai derajat iman,
menggandakan kesabaran, kekuatan ukhuwan dan dukungan soliditas struktur.
Yang
Tegar di Jalan Dakwah
Jalan dakwah ini pasti depenuhi dengan beragam
kesulitan, hambatan, rintangan, tribulasi. Para aktifisnya akan berhadapan
dengan beragam mihnah , sebagaimana
para dai generasi sebelumnya sejak Rasulullah dan para sahabatnya, tabi’in,
tabiut tabi’in, dan seterusnya. Diantara mihnah itu ada yang berupa ejekan,
gelombang fitnah, teror fisik, manisnya rayuann, tekanan keluarga, keterbatasan
ekonomi, kemapanan, sampai kekuasaan. Kader dakwah harus tegar menghadapi semua
mihnah itu.
Agar tegar dalam menghadapi ejekan, sadarilah bahwa
ejekan kepada rosullah jauh lebih hebat; maka biarkan saja semua orang
mengejek, tidak perlu diladeni. Agar tegar dalam menghadapi fitnah, tetaplah
bekerja dan beramal maka umat akan tahu siapa yag benar dan siapa yang tukang
fitnah. Agar tegar dalam menghadapi teror fisik, tawakallah kepada Allah dan
berdo’alah senantiasa, di samping persiapan fisik yang lainyang juga perlu
dilakukan oleh struktur dakwah. Agar tegar menghadapi manisnya rayuan, jagalah
keikhlasan dan senantiasa memperbarui niat, waspada dan tetap bersama jamaah. Agar
tegar menghadapi tekanan keluarga, ketegasan harus diutamakan. Iman tidak bisa
ditukar dengan keluarga, jika memang itu pilhannya. Agar tegar menghadapi
kekurangan/keterbatasan ekonomi,
bersabar adalah kuncinya. Kekuatan ukhuwan sesama aktifi dakwah juga berperan
penting untuk menjaga kita tetap tegar. Agar tegar dalam kemapanan harus
memiliki paradigma semakin banyak kekayaan, semakin banyak kontribusi bagi
dakwah. Maka yang diteladani adalah Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Agar
tegar di puncak kekuasaan, kelurusan orientasi perjuangan ketaatan akan manhaj
dakwah Rasulullah dan keyakinan dan janji-janjiNya. Dan pada semua mihnah, kedekatan dengan Allah dan
Tawakkal kepada-Nya merupakan kunci utama agar tegar di jalan Dakwah!
Titip Rindu..
Titip Rinduku
Tomah, si
rempong. Haha. Aku tidak tahu mengapa aku bisa dekat denganmu,padahal saat kita
di kelas sebelas, aku duduk sangat depan dan kau duduk di kursi paling
belakang. Sifat yang paling aku suka darimu adalah kau sangat baik hati. Dan
sifat yang paling aku tidak suka darimu adalah kau terlalu baik hati. Bagaimana bisa kau masih menaruh hati kepada
dia yang selalu menyakiti hatimu, bagaimana bisa kau masih menerimanya,
jelas-jelas dia tak baik untukmu. Kau pasti tak akan melupakanku yang sering
menertawakanmu, haha. Masih ingat kejadian saat kita kelas duabelas? Kau hampir
mengacaukan meja kau sendiri gara-gara spidol. Sudah jelas spidol ada di
tanganku, mengapa kau mencari-cari ke dalam tasmu yang mengkibatkan handphonemu
terjatuh dari sakumu hingga hancur, saat kau ingin mengambil serpihannya, kau
menjatuhkan tasmu yang terdapat air didalamnya dan tumpah. Aku tak kuasa untuk
tidak tertawa, haha.
![]() |
Nama kalian begitu melekat di hatiku. Aku
tak kan melupakan kalian. Kalian yang menemaniku di masa putih abu, kalian yang
menjadikan persahabatan begitu indah, kalian yang menjadikan hidupku tak lagi
hampa. Jika ada masa yang paling indah, maka itu bukan saat aku memiliki banyak
harta, bukan saat aku memiliki tahta. Tapi, masa itulah dimana aku menemukan
kalian, sahabat sejatiku.
Aku merindukan kalian, semoga kalian akan
baik-baik saja di perantauan. Aku berharap kita bisa bertemu di sebuah tempat
yang indah. Aku yakin kita pasti akan bertemu.
Love,
ini bukan gue yang nulis gaes ini surat dari sahabat gue, Yeyen namanya sekarang dia lagi kuliah di ITB. keren yah? iyah die emang keren banget. :)
makasi yen buat suratnya. Love you to. salam kangen dari tanah rantau
Jumat, 30 Januari 2015
Bapak... Makasi...
Bapak... Makasi...
bagaimana mata ini tidak menangis saat membuka pesan singkat yang berisikan "Nu, bapak sakit sekarang ga sadar..". seketika itupun aku menangis sejadinya. tidak peduli disitu ada siapa.
sepulang kuliah aku pun bergegas mencari tiket pulang. namun mencari tiket tidak semudah yang aku bayangkan. mulai dari mencari tiket via online, mencari pinjaman motor untuk ke stasiun. hingga akhirnya aku harus mendapat tiket termahal, 5 kali lipat dari harga biasa. meskipun begitu aku tetap bersyukur. terima kasih untuk Mas Riskie Aji yang telah berbaik hati meminjamkan motornya, untuk saudariku Ninuk yang mau mengantarkan sampai ke stasiun sampai terlambat kuliah
sepanjang perjalanan hati ini sungguh tidak tenang, perasaan tidak enak terus saja menghampiri. YaAllah maafkan hambamu yang terlalu sibuk mengejar masa depannya hingga lupa kondisi orang tuanya. sesampainya di stasiun aku pun langsung menuju rumah sakit di daerah ciledug. Seorang yang tiga bulan lalu aku lihat masih masih memberikan senyum terbaiknya, seorang yang minggu lalu masih sempat menelpon menanyakan kabarku kini harus terbaring lemah tidak sadarkan diri di rumah sakit. sungguh ini adalah bagian terberat melihat seorang Ayah yang selalu menguatkan kini beliau terbaring lemah dan tidak sadarkan diri :')
entahlah aku tidak tahu apa yang kurasakan saat itu.. aku hanya bisa menangis. Ahh aku adalah anak terbodoh. tidak pulang hanya demi tugas. iyah tugas. memilih mengerjakan tugas dari pada menemui Bapak. Pak Maaf :')
yaRabb... rasa bersalah itu masih saja menghampiri seandainya waktu bisa diputar mungkin aku akan memilih pulang menemui beliau daripada tugas tugasku.
seandainya waktu bisa diputar ingin sekali aku habiskan 3 bulan kemarin bersamanya seperti dulu. sekedar duduk berdua di depan televisi, makan berdua, atau bahkan membangunkannya ditengah malam hanya untuk minta ditemani ke kamar mandi. yaAllah.. aku merindukan masa itu. :")
tiba tida dokter datang memecahkan lamunanku dokter menjelaskan kondisi bapak. saat itu aku mengerti bahkan sangat mengerti apa yang dokter tersebut maksud. dokter hanya berkata agar kami terus berdo'a. saat itu aku sadar harapan Bapak untuk kembali pulih sangatlah sedikit. mengikhlaskan adalah jalan terbaik meski mata ini belum bisa berhenti menangis. mulut ini belum berhenti untuk terus berteriak "pak bangun".
aku lupa pukul berapa saat itu tapi yang jelas dokter mengatakan "saat ini saya nyatakan bapak sudah tidak ada"
innalillahi wa inalillahi rojiun... yaAllah pada akhirnya apa yang aku takutkan benar benar terjadi. pelukan pun datang silih berganti mencoba menguatkan, mencoba melapangkan.
ini adalah kedua kalinya aku merasakan hal sama. iyah ini adalah kehilangan yang kedua setelah 2013 lalu aku kehilangan Ibu. rasa kehilangan itu masih saja sama. Menyakitkan.
karena saat ini hal yang terbaik adalah mengikhlaskan . mengikhlaskan bahwasanya beliau telah dipanggil oleh-Nya, mengikhlaskan bahwa kini aku sudah tidak punya orang tua lagi, mengikhlaskan semua yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi nantinya.
selamat jalan Pak..
makasi pak.. makasi udah jadi Bapak terhebat. makasi udah ngajarin banyak banget makna hidup. makasi udah ngedidik Nunu jadi anak yang ga manja. makasi atas segaala yang telah diberikan kepada keluarga. yang aku tau Bapak adalah orang terkuat Bapak adalah motor pengerak. Bapak Hebat
Nunu sayang banget sama Bapak. :')
semoga Allah melapangkan kubur Bapak, ada ataupun engga ada Bapak, Bapak selalu ada dalam setiap percakapanku dengan-Nya.
"YaAllah titi salam buat Bapak sama Ibu"
Aku mencintai Bapak dan Ibu karena Allah :')
"hanya satu pintaku tuk memandang langit biru di pangkuan ayah dan ibu" (hanya satu, Mocca)
kediri, 30 januari 2015
anakmu yang merindukan kasih sayang
khayatun nufus
Minggu, 25 Januari 2015
Demisioner..
Hari itu senin 19
januari 2015. Di ruang D4 327. Hari dimana kami 66 fungsionaris di demisioner. Adalah
suatu yang sangat dirindukan berteriak BEM
FMIPA BISA! MANUVER NYATA! HIDUP MAHASISWA! dan pada hari itu pun kami
meneriak jargon kami dengan penuh semangat. Aaahhh tanpa ku sadari aku pun
meneteskan air mata. Cenggeng? Bukan ini bukan cenggeng, ini adalah bentuk
rindu yang mendalam kepada keluarga manuver #14.
Agenda demi agenda
kami jalani. Bosan? Pasti. Tapi tanpa ku sadari ini adalah hari terakhir aku
menghabiskan waktu bersama dengan manuver #14.
Penyampaina LPJ (laporan pertanggung jawaban) pun selesai dilanjut
dengan agenda pengkritisan oleh anggota Dewan dan peserta sidang. Tak terasa
waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 dimana saat itu agendanya adalah penilaian.
Kami pun selaku fungsionaris BEM FMIPA 2014 dipersilahkan untuk meninggalkan
ruang sidang.
Sembari menunggu
penilaian oleh tim penilai kami sibuk berfoto, tertawa, bercanda. Aahh setiap
momen yang ku lewati bersama kalian di hari itu menjadi momen yang sangat berarti.
Momen yang tanpa ku sadari membuat air mataku kembali jatuh saat ku ingat aku
tidak lagi bersama kalian.
Hampir 3 jam kami
menunggu di luar ruang sidang. Amarah pun mulai tampak dari sebagian
fungsionaris yang sudah tidak sabar menunggu hasil penilaian oleh tim penilai. Hingga
pada akhirnya salah satiu dari seorang panitia pun memanggil kami untuk masuk
kembali ke ruang sidang. Dengan berjalan teratur sembari meneriakkan jargon
kembagaan kami pun kembali duduk dan mendengarkan hasil penialain selama tiga
jam tadi.
Dag dig dug...
ternyata LPJ kami dinyatakan diterima dengan syarat dan mendapat waktu revisi
selama 7 hari. Serentak raut wajah kami pun berubah. Ada sebagian dari kami
yang memprotes hasil penilaian tersebut tapi kami bisa apa. Ya pada akhirnya
kami pun hanya bisa menerima hasil putusan tim penilai.
Selanjutnya adalah
penyampain LPJ dari DPM hanya sebagian kecil dari kami yang mau mendengarkan
dan mengkritisi LPJ dari anggota dewan. Penyampaian LPJ dan pengkritisanpun
selesai. Pada akhirnya sidang pun selesai.
Serah terima jabatan
pun berlangsung. lagi lagi aku meneteskan air mata. Kami resmi di demisioner!
“untuk fungsionaris
BEM FMIPA 2014 saya mohon jangan meninggalkan ruangan terlebih dahulu ada yang
ingin saya sampaikan” ucap gubernur BEM FMIPA 2014
Hening. Itulah suasana
di D4 327 tepat pukul 22.00 setelah serangkaian acara selesai.
Aku tidak sanggup
menceritakan momen ini. Momen dimana aku menyaksikan ayah kami, kakak kami
menyampaikan ucapan terima kasihnya menyampaikan permintaan maafnya yang benar
benar dari dalam hati. Isak tangis pun tak bisa terbendung lagi. Bagaimana kami
tidak menangis saat mendengar pemimpin kami mengucapkan hal demikian? Sungguh kata
katanya yang teratur mampu menyentuh hati kami.Hingga pada akhirnya kita saling
berpelukan satu sama lain yang membuat tangisan tangisan kami semakin jelas
terdengar. Mata sembab kami pun tak mampu lagi disembunyikan.
“Terima kasih untuk
satu periode yang luar biasa ini. Terima kasih atas kepercayaan yang telah
diberikan hingga aku bisa memberikan kontribusi lebih untuk fakultas tercinta
ini. Terima kasih untuk bimbingan, kesabaran, keikhlasan yang telah kalian
ajarkan kepadaku. Maaf maaf maaf atas segala salah dan khilaf, segala yang
mungkin belum bisa aku tepati,” (nunu,2015)
Untuk Ayahku yang
mempunyai kesabaran luar biasa Chafid Rohman, Ayahku yang selalu mengingatkan
Aziz Amrullah, Papah Heri Setyanto yang selalu mengingatkan progja progja,
untuk kakakku Belynda Surya Febrinasari yang sebara menghadapi tingkah lakuku,
untuk Mba Erlita, Mas sabana, Mba Tutut yang selalu aku rindukan, untuk indri,
momon, puput, bakti, miko makasi untuk kebersamaan selama 1 tahun ini. Aku sayang
kalian.
Taklupa untuk semua
fungsionaris 2011, 2012 dan yang paling spesial untuk kalian 2013. Sekali lagi
Aku sayang kalian. Iyah kalian
KITA PEDULI, KITA BERKARYA
Selamat mengukir
sejarah di BEM FMIPA 2015. Semoga semua janji yang belum terpenuhi dapat
dibayarkan ditahun ini. J
Jumat, 14 Maret 2014
KEEP MOVING FORWARD hap hap...
Aku sadar bahwasanya aku hanyalah manusia yang tak pernah luput dari
apa itu dosa dan khilaf, dan aku tahu memang tidak ada manusia yang
dilahirkan sempurna, tidak ada manusia yang dalam hidupnya tidak pernah
salah, tidak pernah khilaf. Karena manusia tampatnya salah dan khilaf.
Dan disinilah kita semua belajar.
Diri ini terlahir tidak langsung menjadi manusia yang taat, ada berbagai kisah yang panjang menuju ketaatan, ada pergulatan batin yang mendalam menuju sebuah ketaatan. Adalah sebuah pencarian panjang menuju ketaatan. Apakah sempat tersesat? Iyah pasti, karena dari sini aku akan memulai ceritaku.
Ingin terkenal? Iyah waktu itu yang terpenting bagiku adalah terkenal, eksis. Menunjukkan siapa sebenarnnya diriku. Tanpa pernah peduli dan sadar apakah Allah ridho atas ini semua? Tidak sadar sebenarnya untuk apa aku melakukan ini semua? Bodoh. Iyah memang. Sempat masuk kedalam fase dimana yang isinya melulu tentang cinta, cinta kepada manusia tentunya seketika menjadi dewasa sebelum waktunya :D. Bayangkan disini isinya melulu tentang kenalan-deket-pacaran-putus terus musuhan. Bilangnya kapok udah gamau mau lagi deh yang namanya pacaran takut sakit hati lah inilah itulah tapi tetep aja terus lanjut :D
Sampai-sampai hanya disibukkan dengan luka dan kekecewaan yang dibuat sendiri. Nangis Cuma karena seseorang yang sudah meninggalkan dan tidak lagi menjadi milik sendiri, sedih pas liat seseorang yang biasa bareng sama kita tiba tiba sekarang dia jalan sama orang lain. Astagfirullah tanpa pernah aku sadar Allah sedang memberi pelajaran atas sakitnya kehilangan.
Malu rasanya. Pernah mencintai manusia sampai rela menangis untuknya dan menyalahkan keadaan :D tapi seandainya aku tidak mengalami fase fase seperti itu aku tidak akan pernah belajar, iyah belajar menjadi manusia yang lebih baik dari pengalaman sebelumnya.
Bukan hanya sekedar tersesat masuk kedalam fase pacaran, pernah juga tersesat dalam arus gaya hidup, mulai dari gaya berpakaian, makanan, tontonan, tempat nongkrong yah apalah itu yang lainnya. Nyoba ini sampai itu agar terlihat ini dan itu, gak pernah mau kalah harus ini harus itu biar engga kudet. Yah begitulah diri ini, diri yang penuh dosa.
Hanya terfikir bagaimana penilaian manusia tentang diri ini, tidak pernah terbesit apalagi terfikir bagaimana penilain Allah ? apakah Allah ridho atas diri ini? Hingga pada akhirnya Allah menyadarkanku, Allah memberiku pelajaran, Allah memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum akhirnya aku pulang untuk menghadapnya. Malu rasanya diri ini sangat jauh dariNya. Astagfirullah L
Hingga pada akhirnya ada seseorang yang menyadarkanku dia bilang “Allah rindu denganmu, Dia tau kamu sangat jauh dariNya, dia ingin kamu lebih dekat dengannya makanya dia memanggilmu dengan ujiannya. Tidak ada yang terlambat. Belajarlah pelan pelan.”
Dan mulai saat itu perlahan aku mulai membenahi diriku, pelan pelan, sedikit demi sedikit, dengan langkah tertatih bahkan berkali kali jatuh. Tapi aku tau disitu Allah selalu bersamaku. Aku benar benar merasakan kasih sayangNya, merasakan pelukan Allah untuk hambanya yang sedang berusaha berbenah diri, bukan hanya pelukan untukku tapi untuk kita, iyah kita yang saat ini sedang berusaha membenahi diri.
Jangan tanya betapa malunya diri ini pernah tersesat tapi janji Allah dia akan mengampuni dosa hambanya sekalipun dia sangat jauh. Sungguh tidak ingin kembali kemasa itu masa dimana aku benar benar menjadi manusia paling bodoh. Ya Allah izinkan aku untuk terus memperbaiki diri ini, memperbaiki diri yang penuh dengan dosa, izinkan aku untuk terus mencari bekal sebelum akhirnya aku harus pulang untuk menghada kepadaMu. Izinkan aku mencintaiMu disisa umurku sebisaku. Ya Allah sungguh aku tidak ingin jauh lagi dariMu.
Kini aku tau bahwasanya Allah selalu bersama kita semua, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Allah menguji kita karena Allah sayang kita Dia ingin kita lebih dekat denganNya. Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan untuk menuju ridhaNya. Aamiin :’)
“ Pada akhirnya engkau akan menemukan senyuman diwajahmu. Berterimaksihlah atas apa yang terjadi dimasa lalu. Dan menyesal pernah menyesali.” Ust. Yusuf Mansur
Semarang, 16 januari 2014
Khayatun Nufus
Diri ini terlahir tidak langsung menjadi manusia yang taat, ada berbagai kisah yang panjang menuju ketaatan, ada pergulatan batin yang mendalam menuju sebuah ketaatan. Adalah sebuah pencarian panjang menuju ketaatan. Apakah sempat tersesat? Iyah pasti, karena dari sini aku akan memulai ceritaku.
Ingin terkenal? Iyah waktu itu yang terpenting bagiku adalah terkenal, eksis. Menunjukkan siapa sebenarnnya diriku. Tanpa pernah peduli dan sadar apakah Allah ridho atas ini semua? Tidak sadar sebenarnya untuk apa aku melakukan ini semua? Bodoh. Iyah memang. Sempat masuk kedalam fase dimana yang isinya melulu tentang cinta, cinta kepada manusia tentunya seketika menjadi dewasa sebelum waktunya :D. Bayangkan disini isinya melulu tentang kenalan-deket-pacaran-putus terus musuhan. Bilangnya kapok udah gamau mau lagi deh yang namanya pacaran takut sakit hati lah inilah itulah tapi tetep aja terus lanjut :D
Sampai-sampai hanya disibukkan dengan luka dan kekecewaan yang dibuat sendiri. Nangis Cuma karena seseorang yang sudah meninggalkan dan tidak lagi menjadi milik sendiri, sedih pas liat seseorang yang biasa bareng sama kita tiba tiba sekarang dia jalan sama orang lain. Astagfirullah tanpa pernah aku sadar Allah sedang memberi pelajaran atas sakitnya kehilangan.
Malu rasanya. Pernah mencintai manusia sampai rela menangis untuknya dan menyalahkan keadaan :D tapi seandainya aku tidak mengalami fase fase seperti itu aku tidak akan pernah belajar, iyah belajar menjadi manusia yang lebih baik dari pengalaman sebelumnya.
Bukan hanya sekedar tersesat masuk kedalam fase pacaran, pernah juga tersesat dalam arus gaya hidup, mulai dari gaya berpakaian, makanan, tontonan, tempat nongkrong yah apalah itu yang lainnya. Nyoba ini sampai itu agar terlihat ini dan itu, gak pernah mau kalah harus ini harus itu biar engga kudet. Yah begitulah diri ini, diri yang penuh dosa.
Hanya terfikir bagaimana penilaian manusia tentang diri ini, tidak pernah terbesit apalagi terfikir bagaimana penilain Allah ? apakah Allah ridho atas diri ini? Hingga pada akhirnya Allah menyadarkanku, Allah memberiku pelajaran, Allah memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum akhirnya aku pulang untuk menghadapnya. Malu rasanya diri ini sangat jauh dariNya. Astagfirullah L
Hingga pada akhirnya ada seseorang yang menyadarkanku dia bilang “Allah rindu denganmu, Dia tau kamu sangat jauh dariNya, dia ingin kamu lebih dekat dengannya makanya dia memanggilmu dengan ujiannya. Tidak ada yang terlambat. Belajarlah pelan pelan.”
Dan mulai saat itu perlahan aku mulai membenahi diriku, pelan pelan, sedikit demi sedikit, dengan langkah tertatih bahkan berkali kali jatuh. Tapi aku tau disitu Allah selalu bersamaku. Aku benar benar merasakan kasih sayangNya, merasakan pelukan Allah untuk hambanya yang sedang berusaha berbenah diri, bukan hanya pelukan untukku tapi untuk kita, iyah kita yang saat ini sedang berusaha membenahi diri.
Jangan tanya betapa malunya diri ini pernah tersesat tapi janji Allah dia akan mengampuni dosa hambanya sekalipun dia sangat jauh. Sungguh tidak ingin kembali kemasa itu masa dimana aku benar benar menjadi manusia paling bodoh. Ya Allah izinkan aku untuk terus memperbaiki diri ini, memperbaiki diri yang penuh dengan dosa, izinkan aku untuk terus mencari bekal sebelum akhirnya aku harus pulang untuk menghada kepadaMu. Izinkan aku mencintaiMu disisa umurku sebisaku. Ya Allah sungguh aku tidak ingin jauh lagi dariMu.
Kini aku tau bahwasanya Allah selalu bersama kita semua, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Allah menguji kita karena Allah sayang kita Dia ingin kita lebih dekat denganNya. Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan untuk menuju ridhaNya. Aamiin :’)
“ Pada akhirnya engkau akan menemukan senyuman diwajahmu. Berterimaksihlah atas apa yang terjadi dimasa lalu. Dan menyesal pernah menyesali.” Ust. Yusuf Mansur
Semarang, 16 januari 2014
Khayatun Nufus
Langganan:
Postingan (Atom)










