Sabtu, 31 Januari 2015

Resum Buku Tegar dijalan Dakwah

Resum Buku Tegar di Jalan Dakwan by Cahyadi Takariawan
Bekal kader dakwah di Mihwa Daulah

Buku Tegar di Jalan Dakwah ini membahas empat hal besar yang masing masing dijelaskan dalam bab tersendiri : problematika internal aktivis dakwah, problematika eksternal dakwah, daya tahan di medan dakwah dan yang tehar di jalan dakwah. Meskipun judulnya problematika bab 1 dan bab 2 juga mencantumkan solusi pada setiap problematika yang muncul. Solusi pada bab 1 lebih detail dan bersifat aplikatif karena menyangkut permasalahan internal kader. Sementara solusi pada babb 2 lebih bersifat global terkait langkah apa yang perlu diambil oleh jamaah dakwah. Bab 3 berisi langkah langkah sistematis “membangun” dan “menjaga” daya tahan di medan dakwah. Sedangkan Bab 4 banyak berisi contoh-contoh-contoh dai atau jamaah dakwah yang tegar menghadapi beragam mihnah.
Problematika Internal Aktivis Dakwah
Pembahasan problematika internal lebih didahulukan dari pada pembahasan problematika eksternal karena problem terberat bagi semua jamaah dakwah adalah kendala internal. Ketika problematika internal sudah diselesaikan/dikelola dengan baik, maka amanah dakwah lebih mudah ditunaikan dan problematika eksternal lebih mudah diselesaikan.
Problematika internal yang sering dalam jamaah dakwah adalah gejolak kejiwaan, ketidakseimbangan aktifitas, latar belakang masa lalu, penyesuaian diri danfiksi internal
Problematika Eksternal Dakwah
Problematika eksternal dakwah yang bisa menjadi bahaya besar bagi kebaikan bangsa dan masyarakat indonesia, khususnya umat Islam meliputi problematika spiritual dan kultural, problematika moral, dan problematika sistemik.
Diantara problematika dakwah di indonesia yang menyangkut aspek spiritual dan kultural adalah : berhalaberhala modern baik berupa teknologi yang dijadikan rujukan kebenaran, sains yang diansolutkan, materi yang di taati, maupun kekuasaan yang di puja puja syirik, khurafat dan tahayul yang masih merebak di Masyarakat; globalisasi dan dialektika kultural; serta tradisi baik yang sudah tergerus dan tergantikan dengan budaya negatif dan perkembangan peradaban.
Problematika moran diantaranya adalah minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan, penyelewengan seksual, perjudian dan penipuan, serta tidakan brutal dan kekerasan.
Sedangkan yang dimaksud dengan problematika sistemik adalah korupsi, kalusi dan nepotisme (KKN), kemiskinan, kebodohan dan ancaman disentegraso bangsa.
Daya tahan di Medan Dakwah
Dakwah merupakan jalan panjang dan lintas generasi niscaya memerlukan daya tahan yang permanen.bagii, individu kader dakwah daya tahan ini juga harus dimiliki agar tetap istiqomah sampai mengakhiri sejarah kehidupannya dengan husnul khotimah. Untuk itu, paling tidak ada lima faktor yang perlu dimiliki para aktivis dakwah untuk merealisir daya tahan di medan dakwah : menguatkan dan membersihkan motovasi, menggapai derajat iman, menggandakan kesabaran, kekuatan ukhuwan dan dukungan soliditas struktur.
Yang Tegar di Jalan Dakwah
Jalan dakwah ini pasti depenuhi dengan beragam kesulitan, hambatan, rintangan, tribulasi. Para aktifisnya akan berhadapan dengan beragam mihnah , sebagaimana para dai generasi sebelumnya sejak Rasulullah dan para sahabatnya, tabi’in, tabiut tabi’in, dan seterusnya. Diantara mihnah itu ada yang berupa ejekan, gelombang fitnah, teror fisik, manisnya rayuann, tekanan keluarga, keterbatasan ekonomi, kemapanan, sampai kekuasaan. Kader dakwah harus tegar menghadapi semua mihnah itu.

Agar tegar dalam menghadapi ejekan, sadarilah bahwa ejekan kepada rosullah jauh lebih hebat; maka biarkan saja semua orang mengejek, tidak perlu diladeni. Agar tegar dalam menghadapi fitnah, tetaplah bekerja dan beramal maka umat akan tahu siapa yag benar dan siapa yang tukang fitnah. Agar tegar dalam menghadapi teror fisik, tawakallah kepada Allah dan berdo’alah senantiasa, di samping persiapan fisik yang lainyang juga perlu dilakukan oleh struktur dakwah. Agar tegar menghadapi manisnya rayuan, jagalah keikhlasan dan senantiasa memperbarui niat, waspada dan tetap bersama jamaah. Agar tegar menghadapi tekanan keluarga, ketegasan harus diutamakan. Iman tidak bisa ditukar dengan keluarga, jika memang itu pilhannya. Agar tegar menghadapi kekurangan/keterbatasan  ekonomi, bersabar adalah kuncinya. Kekuatan ukhuwan sesama aktifi dakwah juga berperan penting untuk menjaga kita tetap tegar. Agar tegar dalam kemapanan harus memiliki paradigma semakin banyak kekayaan, semakin banyak kontribusi bagi dakwah. Maka yang diteladani adalah Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Agar tegar di puncak kekuasaan, kelurusan orientasi perjuangan ketaatan akan manhaj dakwah Rasulullah dan keyakinan dan janji-janjiNya. Dan pada semua mihnah, kedekatan dengan Allah dan Tawakkal kepada-Nya merupakan kunci utama agar tegar di jalan Dakwah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar